Keren, Dompet hilang di Malaysia dan Kembali dalam Waktu Kurang Dari 24 Jam

9:26:00 PM


Sesuai dengan hasil vote di Instagram, jadi kali ini saya mau share pengalaman saya saat kehilangan dompet di negeri jiran (Malaysia) , Kuala Lumpur 30 November 2019. 

Jangan tanya lagi bagaimana perasaan saya saat mendapati dompet itu tidak dalam penyimpananan saya, rasa panik yang bergejolak dan ketakutan mulai menyerang dalam satu waktu. 30 November 2019 , kali pertamanya saya menyadari bahwa saya kehilangan salah satu benda yang paling penting saat itu: dompet kecil hitam yang berisi sejumlah dokumen penting antara lain, 
  1. Kartu Tanda Penduduk Indonesia (KTP)
  2. 3 kartu ATM debit 
  3. 1 Kartu Kredit dengan limit full 
  4. 2 Surat Izin Mengemudi (SIM A, SIM C)
  5. Kartu BPJS Kesehatan
  6. NPWP
  7. 2 Tiket Ferry penyebrangan Singapore Batam 
  8. 1 SIM Card Telkomsel yang saya gunakan di Indonesia 
  9. 1 Ezlink Card Singapore 
  10. Sejumlah Uang 500 RM & 52 SGD (2250K IDR)

Saat semua barang bawaan dan kamar hotel saya periksa secara terperinci dan dompet tersebut benar-benar tidak ada, yang saya lakukan adalah mencoba mengingat kali terakhir memegang dompet tersebut secara jelas, dalam ingatan saya kali terakhirnya yaitu di dalam Taxi (Grab Car) untuk membayar upah jalan pengantaran dari Bukit Bintang menuju hotel yang saya tempati. Setelah mencoba mengigat dengan jelas dan tidak ada lagi tanda-tanda saya memakai dompet tersebut, maka saya putuskan untuk membuat laporan pengaduan ke Grab Call Centre Malaysia. Customer care akan menanyakan kendala dan pengaduan kita saat itu juga dan saya coba jelaskan kronologis kehilangan dompetnya, mereka akan bertanya no HP yang kita gunakan di applikasi grab untuk mengecek history activity kita selama menggunakan grab tersebut setelah confirm saya menggunakan jasa grab di tanggal 29 Malam hari , maka pihak grab berjanji akan memberikan feedback jika kiranya ada kabar tentang barang saya tertinggal di grab car atau tidak, mereka akan menghubungi driver dan memberikan no ponsel saya ke driver.

membuat report ke balai polis (kantor Polisi) , Image Source : Google Maps



1 jam berlalu dengan perasaan tidak karuan menanti kabar dari Grab customer care maupun drivernya yang tak kunjung ada, akhirnya saya coba menghubungi sekali lagi grab call centre dan menjelaskan bahwa saya harus kembali ke Sinpagore malam harinya dan meminta untuk memberikan kabar sesegera mungkin. namunn . . .

Pupus ...
Kabar yang saya nanti sepertinya tidak berpihak pada saya, akhirnya saya mencoba untuk mengikhlaskan semuanya. Saya menyambangi kantor kepolisisan Sentul Kuala Lumpur untuk membuat laporan dan meminta surat keterangan kehilangan agar dapat mengurus kembali semua dokumen yang raib setiba saya di Indonesia. Saya masih belum puas sehingga saya pun mendatangi KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Jalan Abd. Tun Razak Kuala Lumpur, melihat gedung berlambang burung garuda tersebut menutup pintunya rapat-rapat karena hari libur. Namun saya sempat berbincang dengan petugas jaga disana melalui kaca reben yang gelap dan saya tidak bisa melihat sama sekali lawan bicara saya tersebut, saya menjelaskan bahwa saya kehilangan sejumlah dokumen namun tidak ada apa-apa yang bisa saya bawa pulang dari KBRI sebab paspor saya masih ada. saya pikir akan di berikan surat pengantar untuk kepulangan saya ternyata tidak perlu , KBRI hanya melayani kehilangan Paspor tutur lawan bicara saya tersebut, hmm tadinya saya mau menitipkan email dan no telp saya agar jika ada yang mengantar dokumen saya ke KBRI setidaknya mereka bisa menghubungi saya, tapi sepertinya saya tidak bisa mendapatkan layanan seperti itu jadi saya pulang saja dengan perasaan yang sudah pasrah saja.

Surat Keterangan Kehilangan Dari Balai Polis Malaysia
Akhirnya ...
Saya sudah membeli tiket ferry penyebrangan Singapore- Batam secara online one way. selama di mobil perjalanan menuju rumah Atok saya ya di Cheras KL, masuklah email notifikasi yang ternyata dari Grab. melihat greeting statement email tersebut saya tidak berharap banyak, batin saya paling hanya ucapan permohonan maaf atas kemalangan yang menimpa saya dari Grab Customer Care, tetap saya baca dengan teliti karena email tersebut berbahasa Inggris, saya dengan pikiran yang sedang tidak kondusif sehingga harus berulang kali membaca kalimat di Email tersebut dan baru saya sadar , Bahwa mereka menemukan dompet sayaaaaa yang benar tertinggal di mobil driver mereka, I'm going to speechless for a minute, kemudian saya menelfon no Driver yang di berikan kepada saya malalui email tersebut.

Pertolongan Tuhan Sungguh Nyata ...
Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih dan bersyukur karena dompetnya bisa kembali ke tangan saya dalam keadaan utuh tidak kurang satu hal pun. setelah menelpon dan janjian untuk bertemu dengan driver tersebut akhirnya saya mendapatkan kembali dompet saya, kebetulan drivernya ibu-ibu begitu melihannya saya langsung berlari dan memeluk ibu tersebut, sungguh baik hati mau mengantarkan dompet saya padahal jarak rumahnya dengan posisi keberadaan saya sangat jauh, ia hanya meminta fare yang harus saya bayar sejumlah ongkos taksi dari rumahnya ke tempat saya berada, dan hal tersebut legal sebab dari Grab sendiri menyampaikan hal tersebut melaui email resminya. hari itu saya cukup membayar 50RM untuk kecerobohan saya yang menjatuhkan dompet tersebut dan membuat driver yang tadinya ingin libur dari kegiatan per-taksian harus mengantar dompet saya. Setelah mengucapkan terima kasih dan memohon maaf kepeda driver tersebut saya pamit untuk berbegas pulang karena malam hari saya harus ke terminal dan mengambil rute bus malam menuju singapore.

Dompet Sudah kembali, di depan adalah mobil driver yang mengembalikan dompet saya

karena dompet sudah kembali, saya harus balik ke kantor polisi untuk cabut laporan

Akhirnya bisa pulang dengan perasaan yang tenang 
Disambut pagi yang indah di Langit Singapura, Diambil dari Dalam Bus


Kesimpulan dan Saran ...

  1. Saat bepergian keluar negeri, sabaiknya gunakan transportasi umum yang metode pembayarannya menggunakan card top up sehingga kalian tidak perlu untuk merogoh2 tas atau dompet untuk membayar ongkos, gunakan holder untuk menaruh cardnya hingga mudah di gunakan atau pakai jasa kendaraan online yang sudah ternama sehngga jika terjadi hal yang serupa dengan yang menimpa saya, trace problemnya dapat dengan mudah dilakukan , kita naik kendarann apa, drivernya siapa, rutenya kemana akan diketahui melalui system dan juga ongkosnya sudah di beritahu melaluai aplikasi jadi kita sudah bisa siapkan uang sebelu menaiki kendarannya atau bisa menggunakan cashless untuk pembayaran shinggan dompet / tas tetap rapih tenpa terganggu lagi. 
  2. Ternyata membeli simcard local negara tersebut juga penting, hal ini sering saya abaikan karena sudah membawa wifi portable untuk access internet. namun jika tidak ingin membeli sim card , kalian bisa membeli paket roaming sih . yang penting ada access internet dulu lah karena sekarang apa-apa kan sudah bisa di beli by smartphone saja, dan hampir semua org pasti pengguna smartphone. (btw saya kebetulan beli simcard karena wifi saya sempat problem dan no connection; skenario ini sungguh menkajubkan dan tidak si sangka, MashaAllah)
  3. Sebaiknya dokumen yang tidak terpakai selama di luar negeri tidak perlu dibawa seperti saya contohnya SIM, BJPS sama sekali tidak terpakai lebih baik amankan saja dulu di rumah. 
  4. Membagi tempat penyimpanan uang dan ATM jika punya lebih dari satu. kejadinnya saya menyimpan dalam satu tempat (padahal biasanya di pisah juga si).
  5. spare uang rupiah juga secukupnya dan di simpan di tempat yang sekiranya tidak kita sentuh-sentuh jika berbelanja atau bertransaksi. jika terjadi kehilangan , setidaknya masi ada pegangan yang bisa di tukarkan ke money change
  6. jika terjadi kemalangan seperti saya, segera lah membuat laporan ke kepolisian terdekat , jika yang hilang paspor segera datangi kedutaan (KBRI) di negara tersebut. Untuk mengurus hal-hal seperti ini free tanpa biaya ya teman-tean jadi tidak perlu khawatir akan biayanya. 
  7. Bawa uang secukupnya saja, untuk keperluan bisa berbelanja menggunakan debit yang bisa di access di luar negri seperti visa ataupun mastercard,atau bisa tarik tunai sesampai disana saja , kena biaya adminnya cukup mahal sih diatas 20ribuan. 
  8. yang paling penting , kita harus tetap tenang dan berdo'a ya. the power of Do'a itu bener-bener terjadi soalnya. jika tidak anggap saja sedang diberi peringatan untuk kedpannya lebih berhati-hati lagi

jangan lupa ucapkan terima kasih kepada Grab Team, saya telat sih tapi muehehe
a very nice service , terharuuuuu 



nah, mungkin itu saja yang dapat saya sharing ke teman-teman sekalian , jika ada pengalaman serupa dan jika ada yang perlu di koreksi dari tulisan saya ini , dipersilahkan share di kolom komentar ya. 

Salam Literasi, 
Arosmarita

You Might Also Like

3 comments

  1. mengingat nomor passport juga penting kak atau jika tidak, membawa copyan halaman depan passport juga perlu utk jaga2 jika mengalami kehilangan passport, karna pernah ngalamin juga kehilangan passport & semua dokumen penting dalam 1 dompet gitu di SG dan waktu buat report di sg, mereka minta nomor passport yg bahkan sama sekali ku tak mengingatnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iya bener banget ni , tepi berhubung aku ga hilang paspor jadi ke polisi aku bawa pasporku, terus ya wajib banget kita nulis no HP di lembar beakang paspor , di sediakan untuk nulis disana . jadi kalau hilang bisa di call sama yang menemukan , nice share de :)

      Delete
    2. how lucky we are that pernah merasakan "pertolongan Allah yang sangat amat nyata" semoga engga pernah kejadian lagi ya sis, ampun sih gakuat sebenernya kalo diinget, tp karna nemu yaa jadi nya lawak wkwkwkwkw

      Delete