Di Batas Sunyi

12:24:00 AM




Dalam kedaan terbelenggu oleh sunyi, saat rembang petang di ujung pekan aku terbangun dari tidur lelahku. Sama seperti hari-hari biasanya, senyap yang tak lagi menjadi gundah, sebab aku benar-benar menikmakti kesunyian ini. Membenamkan diri dengan kesibukan yang benar-benar menguras energiku adalah sebuah cara agar tetap bisa bertahan dengan keadaan yang rapuh. Meski kubilang aku sudah sembuh namun memoriku cukup kuat untuk merekam segala peristiwa lalu. Tanpa kata dalam satu helaian nafas aku memejamkan sekali lagi mataku yang masih sayu lalu bergumam dalam hati, "Bangunlah". Bangunlah dari kesemuan rasa. Sudah waktunya berbenah diri dan melanjutkan sisa nyawa.

Saat itu, takdir Tuhan menggiringku pada batas sunyi. Kudapati pesan teramat singkat "Hi" yang rasanya ingin kubiarkan saja tanpa balasan karena ku tak tahu siapa tuannya. Namun hanya berseling menit, seolah terjadi anomali hati, kubaca sekali lagi. dan akhirnya ku balas tanpa kata, hanya satu karakter yang mengisyaratkan sebuah sapaan. Kemudian tanpa kupinta ia menyebutkan namanya. Sebuah nama yang membuatku sedikit tersenyum, nama yang bagus pikirku. Lalu kuputuskan untuk berbaik hati padanya, kumulai dengan bercanda saja. 


You Might Also Like

0 comments