Sunrise Terindah dari Desa Tertinggi Pulau Jawa : Puncak Sikunir

3:45:00 AM

Golden Sunrise Sikunir

finally ! setelah saya tunggu-tunggu kurang lebih 1 bulan lamanya , akhirnya hari itu datang juga, dimana pagi itu saya bertemu dengan rekan kerja saya tanpa embel-embel pekerjaan seperti biasanya our daily routine problem trace, troubleshooting, problem solving dan lain-lain . pagi itu kami bertemu dengan wajah-wajah ceria di bandara Hang Nadim Batam, but kali ini saya antri bagasi karena terpaksa harus bawa koper wkwkw. gatau kenapa tiba-tiba backpack engga cukup, kzl. mungkin kebanyakan baju yang di bawa tebel-tebel muehehe. *ga penting sih permisa


our first step is off to Semarang , numpang lewat aja betewe, jam 12.15 rombongan kami landed dengan bahagia di bandara Ahmad Yani Semarang. starting perjalanan darat menuju Wonosobo Asri lupa saya tuh berapa jam ya di perjalanan ? pokonya sampai Wonosobo Maghrib. Selama perjalanan darat saya menolak tidur walau ngantuk , demi lihat sawah di pinggir jalan muehehe. maklum ya sob  kota halaman saya Batam tercinta ga ada persawahan. singgah sebentar makan siang di Salatiga , sholat di Temanggung, lalu melanjutkan perjalanan lagi menuju Wonosobo. pelan-pelan udara dalam bus mulai semakin dingin dan mulai terlihat di depan jalan 2 gunung kembar di kiri dan kanan jalan , amaze , akhirnya saya melewati jalanan yang dulu sering saya lukis di buku gambar SD heheheh. Melintasi 2 gunung tersebut kabutnya sangat tebal dan dingin , jarak pandang tak lagi jauh. Semua saya nikmati dengan berdiam diri sambil mendengarkan lagu-lagu sheila on 7 di telinga saya .

Bus berhenti saat langit mulai gelap, tapi blm adzhan maghrib. ternyata kami harus makan lagi hahah, Mie Ongklok  first taste , enak buat cuaca dingin, dan saat itu juga saya pertama kali bertemu dengan tempe kemul yang jadi favorite saya selama disana. setelah perut sudah di amankan kami kembali melaju mencari masjid terdekat untuk menunaikan sholat maghrib dan isya (sholat jamak karena kami tergolong musafir), megabadikan moment sebentar di icon wonosobo asri dengan muka kucel kami dan menjadi pemberhentian terakhir kami sebelum menuju villa untuk beristirahat sebelum esok dini hari kami harus berangkat mengejar sunrise di puncak sikunir.

Taraaa, kami sampai di villa dan dibagikan cottage tebagi menjadi 3 cottage , 1 cottage untuk team wanita dan 2 cottage untuk team pria,  akhirnya bisa leyeh-leyeh dan istirahat pikir saya. ternyata kami masih harus makan lagi dong -,- .
tadinya mau skip makan malem karena udah kenyang diisi mie ongklok dan tempe kemul, tapi bos tetep nyuruh makan karena cuaca cukup dingin , takut masuk angin katanya . ok , akhirnya makan lagi , tempe kemul lagi haha. *anak tempe sayatuh.

hari pertama ditutup dengan tidur pakai baju 2 lapis, dingin sob!.Pukul 02.30 dini hari alarm sudah berbunyi , artinya kami harus prepare untuk melanjutkan petualangan berburu sunrise . engga pake acara mandi tentunya , muehehe. hari masih sangat gelap dan bus kami melaju di bawah pegunungan , 45 menit berkendara sampailah kami lereng bukit sikunir , menunaikan sholat subuh terlebih dahulu lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki di pendakian , Bukit sikunir memang hanya sebuah bukit bukan pegunungan namun lumayan dengan ketinggian kurang lbih 2.350 mdpl. sebelum kami mendaki kami berkumpul untuk briefing , karena dipuncak dan di pendakian sangat ramai dengan keadaan gelap maka jika rombongan terpisah silahkan di lanjutkan sendiri-sendiri dan akan berkumpul kembali di tempat briefing pukul 06.30 pagi hari. briefing selesai dan kami mulai mendaki. 



Saya sangat excited dan tidak merasa lelah sama sekali, menikmati sejuknya suhu dan euforia mendaki gelap-gelap tapi ramai, mendengar teriakan group leader yang memanggil nama groupnya masing-masing dan kamipun menamai group kami ISD haha, pendakian semakin padat mendekati puncak dan kamipun mulai terpencar. Bias-bias sunrise sepertinya mulai bergerak sedikit. Langit yang tadinya gelap mulai membiru pelan-pelan, dan sadarlah kami bahwa rombongan tinggal sedikit. kami  melanjutkan pendakian hingga terlihat sebuah pondok penanda disitulah puncak dari bukit sikunir, namun terlalu padat sehingga kami mencari posisi lain untuk menyaksikan golden sunrise , walau kami tak melihat langsung lingkar surya keluar dari balik awan karena posisi kami yang kurang mendukung , tak apalah batin saya. yang penting sampai di puncak.


Ada hal yang membuat saya merasa bahagia ketika kerumunan di bawah pondok posisi terbaik melihat golden sunrise berteriak menyerukan Allahuakbar , membuat saya ikut mengucap syukur atas kesempatan yang sangat indah ini. Alam semesta ciptaanNYA yang begitu indah. Setelah matahari beranjak lebih tinggi dan menyinari alam ini *kenapa jadi metafora banget sik dari tadi hehe, kami memutuskan untuk turun , selama perjalanan turun kami meikmati pemandangan indah dari desa tertinggi di pulau jawa .



itulah kisah pendakian saya ke desa tertinggi pulau jawa , Puncak Sikunir .

Salam ,
Arosmarita

You Might Also Like

0 comments