Menulis Jejak di Pasir Pantai Mubut darat Mubut Laut

7:35:00 PM

Kota Batam , kalau dulu sering di sebut dengan pulau Batam , adalah salah satu kota yang terletak di provinsi Kepri. Batam terkenal dengan kota industri sejak dulu kala. penduduk asli batam ialah suku melayu namun hanya sebagian kecil. sebagian besarnya penduduk Batam dipenuhi oleh pendatang dari berbagai daerah termasuk orang tua saya hehe dengan background mencari pekerjaan mereka bermukim di pulau / kota kecil ini. karena saya lahir dan besar di kota Batam ini , sedikit banyak saya ikut serta menjadi saksi perkembangan kota Batam dari zaman ke zaman *gaya banget saksi

Batam adalah pulau atau daratan terbesarnya kota Batam sendiri, diluar daripada daratan Batam banyak lagi pulau-pulau kecil yang berdekatan dengan Batam sehingga terbentuklah yang bernama Barelang (Batam Rempang Galang) yang di sambungkan dengan 6 jembatan penghubung diantaranya , selain daripada Barelang sendiri masih banyak pulau yang termasuk sebagai bagian dari kota Batam . salah satunya pulau Mubut yang terletak di kecamatan Galang (Sembulang) kalau lebih di kenalnya sih jembatan 4 Barelang.

Beberapa tahun terakhir ini Batam tidak hanya ingin di kenal dengan brand Kota Industri / tetangganya negeri Singa, pemerintah kota mulai menanamkan branding image Batam sebagai kota wisata. Dengan adanya dukungan pemerintah tersebut Batam semakin membenahi sektor-sektor pariwisata di kota Batam ini , ya menurut saya better lah dari yang dulu-dulu ,



Nah, weekend yang lalu akhirnya saya bepergian lagi after long time off , terakhir saya nginjekin kaki ke pantai itu pas ke Bintan bulan April yang lalu , lama ya -,- . Setelah sekian lama saya akhirnya punya schedule *asli sok penting banget muahaha, saya ke pulau Mubut, walau sedikit ketinggalan jaman sih soalnya mubut sudah mulai ramai dari beberapa tahun yang lalu awal-awalnya mubut blm seterkenal dan seramai sekarang saya inget salah satu postingan temen di instagram dengan view mubud tanpa bunga manggar dan gazebo di pinggir pantainya dan saya lebih suka mubud yang dulu soalnya lebih natural heheh , sedikit nyesel baru kesana sekarang-sekarang tapi saya tetep seneng lah denger suara ombak lagi akhirnya hehe.




perjalanan kesana cukup panjang kalau starting dari rumah saya *rumah orang tua* yang jauh dari tempat tujuan hehehe, jarak tempuh tergantung dari start point masing-masing ya, setelah sampai di mubut darat sembulang kita perlu menyebrang dengan boat sekitar 15 menit saja. Untuk boat schedulenya available terus dari pagi sampai sore , soalnya bolak balik. rincian akomodasi sendiri :
  • Parkir kendaraaan di sekitar dermaga penyebrangan Rp.10.000 (Mobil & Motor)
  • Boat 2 ways (Pergi & Pulang) + Biaya access pantai Rp. 45.000
      Additional :
  • sewa tikar kalau engga bawa Rp.20.000
  • yang mau berenang dan gabisa berenang bisa sewa ban Rp.15.000
  • kalau mau berenang gabawa baju ganti ada sewa celana pendek (kolor/Boxer) tapi ya guys saya sangat tidak menyarankan ini wkwkwkwkwk Rp. 10.000
  • kalau laper dan gabawa makanan dari rumah bisa makan disana :
          - Pop Mie : Rp. 8000
          - Nasi Goreng Biasa : Rp.15.000 & yang Seafood Rp.20.000
          - Kelapa Muda : Rp.10.000
  • Kalau mau bilas/mandi/buang air besar toiletnya bayar Rp.3000 , kalau cuma pipis Rp. 2000
  • Untuk Wahana permainan laut ada banana boat tapi saya engga tahu harganya -,-
  • yang mau karokean pinggir laut juga ada loooh , 3 lagu Rp. 5000 , tapi gatau playlistnya apa aja hehe, 



di Mubut pasir pantainya putih , walau garis pantainya ga terlalu panjang  namun membentuk tanjung jadi kalau surut enak buat jalan-jalan di pasir pantainya , air lautnya lumayan bersih dan bening. dan disana kalau sore dapet view sunset jadi buat lanscape hunter silahkan di coba ,

camera HP , lumayan lah hasilnya wkwkw

oh iya , selain ada gazebo juga di sediakan 2 tenda besar untuk berteduh kalau semisalnya hari hujan , dan bagusnya lagi ada mushollah untuk kita tetap manjalankan kewajiban bagi yang muslim. ada team kebersihan pantai dan banyak bak sampah portable yang akan di pindah2kan petugas sesuai dengan tempat berkumpulnya pengunjung dan kalau penuh di buangin sampahnya , jadi guys ga ada alasan ya buat kita mengotori pantai dengan sampah - sampah kita .

yang bukan landscape hunter, saya sarankan untuk pulang tidak terlalu sore bagi yang tidak ingin camping,
karena air laut surut dan tangga turun menuju boat cukup extreme lalu boat kandas dan memakan waktu untuk dijalankan sehingga terjadilah pulang kesorean *pengalaman saya* di tambah perjalanan darat akan mendapat kemacetan di daerah simpang barelang dan sungguh-sunggu terjadilah pulang kemalaman -___-





sipp, cukup sekian informasi dan kisah jalan-jalan dari blogger amatir  *tunjuk tangan*, sampai bertemu di perjalanan atau cerita2 lain selanjutnya





keep blogging temen-temen seperbloggeran :*
Arosmarita










You Might Also Like

2 comments